Ini Nih Pemicu Biaya Bangun Rumah Membengkak

Tinggi rendahnya biaya bangun rumah bukan hanya karena ukuran rumah saja, melainkan juga bisa dipengaruhi oleh tukang bangunan, waktu pengerjaan, serta sikap konsisten terhadap plan yang telah dibuat. Apabila salah memilih tukang, waktu pengerjaan, & tidak bisa konsisten terhadap plan yang telah dibuat, biaya bangun rumah bakal membengkak.

RAB bangun rumah bengkakSemakin banyaknya rumah siap huni dengan pembayaran cash atau cicilan maksimal 15 sampai dengan 20 tahun nyatanya tidak lantas membuat banyak orang tertarik. Sebagian orang justru lebih memilih membangun rumah sendiri, meskipun akan sedikit merepotkan. Selain bisa menyesuaikan tata letak ruangan, konsep, dan ukuran rumah dengan kebutuhan sekaligus keinginan, pengeluaran untuk kepemilikan rumah dengan bangun rumah sendiri diharapkan lebih ekonomis. Dalam kenyataannya pengeluaran untuk bangun rumah bisa saja lebih boros ketimbang beli rumah siap huni sebagai akibat dari biaya bangun rumah yang membengkak. Kondisi ini bisa terjadi karena tidak membuat RAB (Rencana Anggaran Biaya) bangunan yang kurang matang. Di samping itu, faktor-faktor berikut ini juga menjadi pemicu biaya bangun rumah membengkak:

Kecurangan tukang

Hati-hati memilih tukang untuk membangun rumah idaman Anda! Jangan sampai terpilih tukang yang suka melakukan kecurangan sehingga memicu biaya bangun rumah membengkak selain dapat mengancam keselamatan anggota keluarga nantinya. Kecurangan tersebut seperti halnya, membeli material bangunan dengan kualitas rendah karena harganya lebih murah, mengurangi kuantitas bangunan pada pengerjaan tertentu, mengulur-ulur waktu pengerjaan, dan lain sebagainya. Lantas, bagaimana memilih tukang bangunan yang tepat? Ketahui track record-nya, cek pengalamannya, serta dapatkan testimoni dari personal atau badan yang pernah menggunakan jasa tukang bangunan tersebut.

Cuaca yang tidak bersahabat

Kapan Anda bakal melakukan pembangunan rumah? Pastikan tidak di musim penghujan. Air hujan terutama yang disertai angin akan meruntuhkan dinding yang baru saja diplester, merusak cat yang baru saja diaplikasikan pada dinding, tidak bisa mengecat karena kondisi dinding yang lembab, sulit memasang atap, dan lain sebagainya. Kalau kondisinya demikian, mau tidak mau harus melakukan pembelian material bangunan yang baru atau justru menambah waktu pengerjaan bangunan karena terhalang oleh cuaca yang tidak bersahabat. Untuk itu, waktu pengerjaan harus dipikirkan dengan matang agar tidak merugikan Anda pada akhirnya. Jadikan pengalaman & informasi di berbagai media sebagai bahan pertimbangan Anda.

Material bangunan tidak sesuai dengan plan

Perencanaan sebelum membangun rumah bukan hanya menyangkut biaya yang disiapkan atau dikeluarkan, tukang yang bakal dipilih, serta konsep rumah yang bakal dibangun saja, melainkan juga mengenai material bangunan yang bakal digunakan. Dalam proses pembangunan dari awal sampai akhir disarankan untuk menggunakan material bangunan sesuai dengan perencanaan awal. Jika di tengah proses atau di tahap akhir pembangunan rumah tertarik untuk menggunakan material lainnya karena motif yang unik, warna yang menarik, atau lain sebagainya, biaya bangun rumah bakal membengkak karena semakin unik & menarik material bangunan harga yang ditawarkan umumnya lebih tinggi.

Kalau tidak bisa memilih tukang bangunan & waktu pengerjaan yang tepat serta tidak bisa mengendalikan keinginan terhadap material yang digunakan, Anda bisa gagal menghemat biaya bangun rumah. Kalau dana yang dimiliki untuk bangun rumah pas-pasan, Anda terpaksa menghentikan pembangunan sampai ada dana lagi atau meminjam dengan pihak bank untuk kebutuhan konsumtif. Itupun jika ada jaminan yang bisa diberikan kepada pihak bank.

Pertimbangan Penting dalam Memilih Atap Rumah

Upaya mendirikan rumah idaman, ada satu hal penting yang wajib dipertimbangkan yakni atap rumah. Jika biasanya hanya desain rumah yang menjadi acuan untuk mendapatkan bangunan yang berkelas dan modern, tapi saat ini atap rumah juga tidak boleh ditinggalkan. Atap rumah biasanya digabungkan dalam pembelian material lainnya, selain semen, batu bata, pasir, papan, besi beton, wiremesh, dan berbagai bahan bangunan lainnya. Tujuannya tentu saja agar lebih mudah dan anggarannya dapat dihitung secara riil dan tepat.

Memilih Atap Rumah

Dalam memilih atap rumah yang pas, hal-hal di bawah ini dapat menjadi pertimbangan:

Harga

Bila bangunan yang didirikan ukurannya besar dan luas, pasti banyak pula atap yang digunakan. Semakin banyak jumlah atap yang dibutuhkan, tentu anggaran yang perlu dipersiapkan pun harus besar. Terlebih lagi bila harga atap rumah yang diinginkan memiliki tarif tinggi, tentunya budget harus mencukupi agar atap bisa diperoleh dalam jumlah yang cukup. Harga menjadi suatu pertimbangan dalam memilih atap. Hal ini bertujuan untuk menghindarkan dari kacaunya keuangan di masa yang akan datang yang justru bisa membuat proses kontruksi menjadi terhambat.

Kualitas

Kualitas atap rumah jelas berbeda-beda. Untuk yang kualitasnya bagus misalnya tahan terhadap panas dan anti karat, tentu memiliki harga lebih mahal dibandingkan yang tidak tahan panas dan mudah karatan. Begitu pula ketahanannya terhadap benda jatuh, biasanya untuk kualitas yang rendah relatif mudah bocor sekalipun itu hanya terkena cucuran air hujan. Kualitas bisa menjadi pertimbangan apabila ingin atap rumah tahan lama terhadap jatuhan benda.

Proses pemasangan

Mengingat proses pemasangan atap dapat menghabiskan waktu relatif lama sehingga hal ini juga mempengaruhi biaya jasa tukang, maka proses pemasangan harus pula disertakan. Pemasangan yang rumit jelas akan membuat lama selesainya, sedangkan yang mudah tentu lebih cepat. Jika ingin proses pemasangannya tidak sulit, Anda bisa memilih atap rumah yang lebih simple untuk dipasang. Namun bila menginginkan ukiran yang unik misalnya dari kayu, tentu penyelesaiannya butuh waktu panjang dan pengorbanan yang lebih banyak.

Kenyamanan

Di samping harga, kualitas, dan proses pemangan, kenyamanan adalah hal utama yang patut dipandang ketika memilih atap rumah. Bagaimana tidak, sekalipun atap diperoleh dengan harga murah tapi kalau suasana rumah panas dan menimbulkan ketidaknyamanan tentu tidak akan betah. Jangankan di siang hari, malam hari pun kondisi yang dirasakan masih terasa gersang. Akibatnya, hal yang harus dilakukan ialah menyediakan pendingin udara sehingga membuat biaya tambahan semakin besar.

Untuk memilih atap rumah diperlukannya banyak pertimbangan. Jika tidak demikian, penyesalan pun akan menimbulkan banyak kerugian. Ada banyak jenis atap rumah yang dapat dikenal, tiga di antaranya:

  1. Atap/genteng tanah liat. Atap ini menggunakan tanah liat sebagai bahan utama pembuatannya. Selain harganya yang cukup murah, genteng dari tanah liat pun tahan terhadap cuaca panas dan hujan. Namun, yang menjadi kekurangan daripada material yang satu ini adalah mesti menggunakan kayu untuk pemasangannya dan juga mudah pecah.
  2. Atap metal. Genteng metal memiliki harga yang cukup mahal di pasaran. Selain warnanya yang menarik juga terlihat rapi, mudah pasang, ringan, dan dapat memantulkan cahaya panas. Atap metal bahan pembuatannya dari logam antikarat. Inilah mengapa atap metal juga menjadi pilihan banyak orang di zaman sekarang ini.
  3. Seng dan asbes. Seng dan asbes memiliki rupa yang hampir mirip. Namun seng tidak begitu mampu menahan panas bahkan lebih mudah karatan. Pada genteng asbes lebih tahan terhadap panas, namun harga kedua material ini tidak jauh berbeda dan relatif terjangkau.